Senin, 22 September 2008

Secangkir Kopi Di Mejaku

Ini adalah sisa
cerita kita, agar kamu
tau betapa aku tak pernah berhenti
mengenangmu. DISAAT kita bersama,
disitu kusimpan goresan-gerasan kecilku
yang penuh dengan bahasa sinar bulan.
Disitu jua tertulis namamu yang tak
pernah pudar, dan nama itu ada di sisi
namaku, bukan dibawah atau di atasnya.

Kekasihku, DIMEJAKU yang kutinggalkan
bersamamu, ada terhidang secangkir kopi
yang hangat, dan dari jauh aromanya
akan menghusikmu dari tidurmu….
segeralah minum kopi itu supaya tidak
keburu dingin.

Disitu juga kuletakkan sebuah buku
bersampul merah jambu, dan isinya
sebuah cerita tentang gambaran suramnya
masa laluku kala kau pergi
bersamanya,dan kau kembali hingga aku
ada bersamamu. Didalamnya akan kau
pahami arti sebuah "CINTA" yang tak
pernah mati, yang tak pernah hilang
meskipun jaman akan menguburnya jauh ke
dalam perut bumi.

Di sisi kanan mejaku yang kutinggalkan,
kuletakkan sebuah diary, isinya adalah
ungkapan hati seorang remaja sedang
jatuh cinta, disitu juga akan kau
temukan sejuta puisi indah yang pernah
kurangkai dalam sisa-sisa malamku….

Pahamilah wahai belahan jiwaku, saat
aku pergi kau takkan pernah
kutinggalkan, hanya saja aku
mengalihkan pandanganku, mungkin ke
arah yang lebih sejuk dan tidak silau,
mungkin karena mataku sudah tidak cukup
kuat untuk tetap melirik ke arahmu,
mungkin juga karena "kecintaanku"
untukmu telah butakan mataku.

Kekasihku, sebuah bantal di kamarku
yang mungil, kutinggalkan juga
serangkaian nunga kertas dan juga
sebuah "boneka" yang kubeli beberapa
hari lalu, dan ingin kuberikan
menjelang ulang tahunmu. Silahkan ambil
dan letakkan di sisi jiwamu bila masih
sudi, sebab aku takut kau bersimbah
emosi hingga segala "barang-barang" ku
yang kutinggalkan untukmu akan kau
musnahkan di pembuangan…..

Kopiku yang terletak di mejamu takkan
kehilangan rasa selama kau cepat
meminumnya hingga tidak sempat
menjadi "dingin" dan kehilangan
nikmatnya. Dan goresan kepedihan masa
lalu yang ada di buku itu takkan pernah
menjadi buram selama dia masih tertulis
di hati terdalam dan tak kau rubah
maknanya menjadi sebuah kebencian…
Diariku juga takkan pernah usang, bila
kata-kata goresan kecil sisa malamku
tidak kau terjemahkan dengan
nalurimu… Namun bila kau memahaminya
dengan hati, maka akan kau temukan
kedamaian dari kekasih yang takkan
pernah kau temukan lagi.

Kekasihku,
Kisahku kita ini bukan sebuah
kontradiksi jiwa yang terbelenggu…
bukan juga kisah dari negeri Dongeng.
Kisah kita adalah keabadian, dan disana
kau dan aku akan jadi bintang yang
sangat hebat, sekalipun aku tidak akan
pernah jujur hal sesungguhnya yang
mengusik nuraniku, mungkin hanya mereka
yang menyaksikan kisah ini yang akan
tau….

Kekasihku…. bila kau sudah terbangun
dari mimpimu, dan aku sudah bebas dari
deritaku… mungkin aku masih mampu
menggenggam tanganmu…..

….. Mei 2007 ……

Tidak ada komentar: